agungprasetyo blog's

It's about technology and life experience

Nasi Rawon rasa standar harga mengecewakan

Kejadiannya hari minggu kemarin. Jadi ceritanya kemarin itu aku nganterin ayu dan fahri ke Sidorjo untuk ketemu  dengan kakek dan neneknya. Karena memang dari Surabaya kita belum makan pagi, akhirnya diputuskan ya makan aja di jalan. Selain itu juga berencana untuk membelikan fahri bedak dan minyak telon di apotik 7.

Akhirnya sampai juga di Sidoarjo dan diputuskan untuk membeli keperluan fahri terlebih dahulu. Setelah dapat apa keperluannya, tahap selanjutnya adalah cari makan…hehehe. Nah, pas di deket apotik 7, kalau tidak salah sebelum salon Suzanna kiri jalan, ada semacam rumah makan/kedai lah, karena memang kalau dibilang restoran juga tidak pantes, karena tempatnya juga biasa-biasa saja. Ya udah… kita putusin makan disitu aja, karena memang sudah lapar dari tadi.

Aku milih nasi rawon karena ini makanan favoritku, sedangkan Ayu akhirnya milih rawon juga karena makanan favorit dia gak ada (nasi pecel). Karena Ayu yang mesen, aku bilang aku tidak pakai “cambah” (toge orang londo bilang). Kalau minumnya ? ya sudah tentu teh hangat donk… 🙂 ehm… nikmaat!


Akhirnya tidak terlalu lama, pesanan kita berdua keluar. Secara tampilan sih biasa aja. Lalu daging rawonnya adalah daging empal, jadi bukan daging yang di potong-potong kecil dan dijadikan satu dalam rawonnya. Tapi gak apa-apa, yang penting rasanya pikirku. Ternyata… rasanya juga biasa-biasa. Bahkan menurutku bumbu rawonnya kurang nendang. Aku sempat bilang “Kaya’nya kluweknya kurang nih yu…”. *kluwek itu bumbu dasar rawon. gak ada kluwek, ya bukan rawon donk..hehehe

Setelah beberapa menit, akhirnya habis juga tuh rawon. Ehm.. lumayanlah lah untuk mengisi perut yg kosong. Daripada nanti kena maag, wah…bisa tambah repot. Karena sudah selesai, akhirnya aku tanya ke penjualnya, “Berapa mbak totalnya..??”. Si mbaknya bilang “Semuanya 23.000 mas…”.

“Waduh…mahal juga nih rawon. Jadi 1 porsi rawon 10.000, lalu minumnya @ 1.500. ckckck…” pikirku. Yaa karena sudah dimakan habis, ya tentu dibayar donk. Masa’ mau ngomel-ngomel “Koq mahal banget seh rawonnya? Dagingnya per kilo berapa sih mbak? Masa’ minum teh hangat aja 1500?”…. halah…halah… bisa malah panjang nih urusannya….

Aku cuma bisa mbatin… “Yaa… cukup 1x ini aja deh. Gak akan lagi kesini…”. Mungkin si Ayu juga punya pikiran yang sama dengan aku, hehehe… pokok’e idem aja dia ma aku. Aku sampai ingat-ingat alamatnya, di jl. Raden Patah 6B Sidoarjo.

Jadi teman-teman sekalian, ini bisa dijadikan pengalaman. Memang mendingan tanya dulu harganya sebelum kita mesen macem-macem. Meski kita tahu menu yang ditawarkan biasa-biasa aja, tapi jangan salah, harga bisa selangittt!

Jadi pagi itu, makan rawon harga selangit sudah aku jadikan pengalaman pribadi… 🙂

Previous

Dapat uang dengan domain berbayar

Next

Instalasi awstats di ubuntu server 8.10

2 Comments

  1. Mangkane Wo,… rawon No. 1 selain punya mbak Endang dengan brand “Rawon Setan” ya tetep Rawon Mojopahit atau Gajah Mada.
    Biar mahal, tapi taste-nya itu bener2 nendang….
    Soal harga gak pernah bohong…

    Yah, namanya juga coba-coba. Ternyata memang gak enak, hehehe.

    Memang sih harga gak pernah bohong, tapi kalau gak ati-ati juga, harga bintang lima, tapi kualitas/rasa kaki lima, ehhehehe ^_^

    Thanks mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by Lovecraft & Theme by Anders Norén

Policy Privacy | Disclaimer