agungprasetyo blog's

It's about technology and life experience

Utak-atik Standarisasi RAMA RistekDikti di EPrints

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jika Anda pengelola repositori institusi berbasis EPrints dan repositori Anda berada di sebuah pendidikan tinggi, maka Anda tentunya mengenal dengan layanan baru dari RistekDikti yaitu RAMA.

Pada sosialisasi tentang RAMA dan ANJANI yang diadakan Kemenristekdikti di Hotel Novotel Samator Surabaya pada 22-23 Oktober 2019 lalu, dijelaskan salah satu fitur yang akan muncul di SINTA adalah adanya informasi bagi dosen yang telah membimbing mahasiswa. Data ini didapatkan dari repositori yang telah ter-index di RAMA dan sudah menerapkan standarisasi yang ada di panduan RAMA.

Standarisasi yang dimaksud adalah penambahan field NIM, NIDN, dan KODEPRODI. Pada panduan yang disediakan di website RAMA sudah dijelaskan bagaimana untuk menambah isian NIM, NIDN, dan KODEPRODI di EPrints.

Skema Sistem RAMA Repositori

Selanjutnya, Saya akan sedikit “berkomentar” tentang 2 (dua) metode yang diberikan untuk menambahkan field NIM, NIDN, dan KODEPRODI. Saya juga mohon maaf jika tulisan Saya ini nantinya kurang berkenan bagi beberapa pembaca yang sudah menerapkan metode-metode yang diberikan. Tidak ada niatan apapun, hanya ingin berbagi. Jika memang ada kekurangan, monggo bisa komentar dibawah, karena kesempurnaan hanya milik Alloh S.W.T semata, dan kekurangan pasti ada di Saya pribadi.

Standar penambahan yang sudah diberikan oleh RistekDikti (baik 1 atau 2), menurut pendapat Saya pribadi sudah bagus sekali, tapi bolehlah Saya sedikit berkomentar. Untuk metode 1, field Email pada Creators dirubah menjadi NIM, dan field Email pada Contributors juga dirubah menjadi NIDN/NIK. Hal ini sepertinya kurang tepat karena field Email sendiri di EPrints dijadikan sebagai ID yang menurut Saya fungsinya penting untuk proses pengelolaan koleksi di EPrints.

Untuk metode 2, cara yang diberikan adalah menambah field NIM, NIDN, dan PRODI dari Metadata Field. Cara ini akan membuat suatu workflow baru yaitu Custom, yang mana workflow ini akan muncul pada semua Type yang dipilih.

Workflow Custom
Isian Workflow Custom

Tentunya hal ini kurang cocok dari sisi tampilan dan fungsi, karena menurut penjelasan RAMA hanya meng-harvest tipe Thesis saja. Sedangkan untuk tipe lainnya, tidak perlu harus ada isian NIM, NIDN, dan KODEPRODI. Sebagai contoh seperti tipe Article, seharusnya tidak perlu isian NIM, NIDN, dan KODEPRODI karena tipe ini tidak di-harvest oleh RAMA.

Menu Khusus NIM, NIDN, dan KODEPRODI di Type Thesis

Video diatas menampilkan penambahan menu khusus yang field-nya sudah disesuaikan dengan kebutuhan RAMA. Selain itu, penambahan menu ini hanya akan tampil pada pemilihan tipe Thesis saja, dan tidak muncul pada tipe-tipe yang lain. Untuk export ke file .json juga sudah bisa menampilkan isian NIM, NIDN dan KODEPRODI secara benar.

Hasil Export File .json

Untuk implementasinya, Anda bisa membaca panduannya via Google PlayBook. Panduan ini bisa didownload secara gratis. Klik saja Panduan Alternatif Field Standarisasi RAMA RistekDikti Berbasis EPrints.

agung prasetyo wibowo

Semoga bermanfaat

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Previous

Error 1935 Ketika Instalasi Microsoft Office 2016

1 Comment

  1. Deasy

    Terima kasih sharingnya kak, sangat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by Lovecraft & Theme by Anders Norén

Policy Privacy | Disclaimer