agungprasetyo blog's

It's about technology and life experience

Lemari Penuh? Simpan Saja Data Di Awan

Istilah Cloud Computing – artinya kira-kira pemrosesan atau komputasi yang terjadi di internet – kini begitu populer. Memungkinkan kita mengakses dan menyimpan data di manapun, sepanjang terhubung ke dunia maya. Sayang, di Indonesia, cara modern berkomputasi ini masih terhadang karena belum meratanya ketersediaan akses internet.

Cloud memang merupakan metafora dari internet; dalam bagan jaringan internet digambarkan sebagai awan atau cloud. Cloud juga berarti ada kumpulan sesuatu yang bekerja sama, sesuai dengan apa yang diharapkan, tanpa kita perlu mengetahui apa isi detil dari cloud tersebut.

Di masa lalu, sebelum komputer pribadi (Personal Computer – PC) populer, yang namanya komputer adalah komputer mainframe yang hanya bisa dimiliki oleh institusi dengan keuangan yang kuat, lembaga pendidikan misalnya. Tentu saja percuma memiliki sebuah mainframe jika tidak pernah dipergunakan, jadi lembaga pendidikan mengajarkan para siswanya untuk menggunakan mainframe ini.

Masalahnya, jumlah mainframe yang cuma beberapa buah harus dipakai oleh siswa yang jumlahnya bisa ratusan. Agar semua siswa bisa mendapatkan kesempatan yang sama, penggunaan mainframe dibuat secara time share alias setiap siswa diberi jatah waktu pemakaian secara bergantian. Inilah awal mula ‘penyewaan’ kemampuan komputasi.

Seiring dengan populernya komputer pribadi, setiap rumah kini bisa mendapatkan kemampuan komputasi sesuatu dengan uang yang dikeluarkan. Model time share pada mainframe mulai surut, karena harga kemampuan komputasi makin terjangkau. Perusahaan yang ingin memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan bisnisnya bisa dengan mudah membeli perangkat komputer, lagi-lagi karena harganya sudah sangat terjangkau.

Pengguna Tahu Beres

Teknologi lain yang sangat erat melekat dengan TI adalah Internet. Awal mulanya internet hanya dapat dinikmati melalui modem analog melalui kabel telepon, dengan kecepatan paling tinggi 56.6 Kbps. Sekarang, internet bisa dinikmati dengan cepat, baik itu dengan kabel (serat optik, kabel televisi, dan kabel tembaga telepon rumah dengan teknologi ADSL) maupun nirkabel (satelit, GRPS, 3G, 3.5G).

Ketersediaan internet yang makin tersebar, serta kecepatannya yang meningkat membuka kesempatan untuk memidahkan aplikas yang secara konvensional dijalankan di komputer pribadi, ke dalam komputasi awan sehingga bisa diakses hanya dengan sebuah browser.

Hotmail, Yahoo Mail, dan GMail adalah contoh komputasi awan. Bisa diakses dari mana saja, kemampuan komputasi menyaring spam maupun virus, ketersediaan (availability) yang sangat tinggi (mungkin jarang yang tahu bahwa Google melakukan backup terhadap mail ke 5 tempat yang berbeda yang secara geografis berjauhan), merupakan ciri-ciri dari komputasi awan.

Pada dasarnya, Microsoft (pemilik Hotmail), Yahoo (pemilik Yahoo Mail), dan Google membuat kumpulan server yang berfungsi untuk menjalankan aplikasi mail, lalu menyediakan antarmuka web agar bisa dipergunakan oleh para pengggunanya melalui internet. Para pengguna tidak perlu tahu jenis server apa yang digunakan, sistem operasi apa yang dipakai. Yang pengguna tahu adalah mereka bisa mengirim dan menerima email.

Juga Ada Di Toko Online

Toko online Amazon merupakan toko di internet yang terbesar di dunia. Agar bisa menyediakan layanannya, Amazon membangun kumpulan server yang mampu melayani semua pelanggan yang mengakses Amazon, mulai dari yang sekedar melihat-lihat sampai yang melakukan transaksi. Namun dalam usahanya membuat layanan yang memuaskan pelanggan ini, kemampuan server yang dimiliki Amazon hanya terpakai sekitar 10% saja. 90% kemampuan server menganggur, menunggu trafik transaksi pelanggan mendadak meningkat.

Nah, sumber daya server yang menganggur ini tentu menjadi beban biaya buat Amazon, karena tetap membutuhkan pemeliharaan dari profesional TI maupun energi untuk membuat server-server ini tetap ber-operasional. Agar sumber daya server Amazon ini tidak terbuang percuma, Amazon mulai membuka layanan komputasi awan yang dinamakan sebagai AWS, Amazon Web Services. Dua layanan utama AWS adalah Amazon EC2, Elastic Compute Cloud dan Amazon S3, Simple Storage Service.

Kemunculan teknologi virtualisasi membuat Amazon bisa menawarkan berbagai macam sistem operasi yang bisa dijalankan di Amazon EC2, mulai dari Linux, lalu OpenSolaris dan Solaris Express Community Edition, juga Windows Server 2003 dan 2008. Di bulan Desember 2010 juga mulai menawarkan sistem operasi FreeBSD.

Jika Anda pernah menggunakan layanan sinkronisasi berkas Dropbox, maka Anda sudah merasakan layanan Amazon S3, yang dipergunakan oleh Dropbox untuk menyimpan berkas. Juga antarmuka web Twitter, itu juga menggunakan layanan AWS, sehingga pada dasarnya bagi pengguna Dropbox atau Twitter, sudah merasakan manfaat dari komputasi awan. Keuntungan bagi Dropbox maupun Twitter adalah mereka tidak perlu investasi lagi terhadap perangkat keras maupun koneksi jaringan internet, semuanya bisa disewa dari Amazon.

Untungnya Bekerja Di Awan

Seperti yang sudah diungkapkan di muka, sumber daya komputasi jaman dulu tidak murah, hanya tersedia pada mainframe, sehingga harus dibagi-bagi lagi untuk yang membutuhkannya. Sekarang walaupun perangkat keras komputer, baik pribadi maupun server, harganya sudah sangat terjangkau, namun tetap butuh investasi sumber daya ruang, energi, dan orang untuk mengoperasikan  dan memelihara sistem komputer.

Dari 50 juta server yang ada di dunia, 2% atau berarti sekitar 1 juta di antaranya dimiliki oleh Google. Amazon sendiri walaupun merupakan penyedia layanan komputasi awan terbesar, di tahun 2009 diperkirakan memiliki 40 ribu server yang didedikasikan untuk layanan Amazon EC2. Perusahaan layanan web seperti Twitter dan Dropbox tidak perlu lagi berinvestasi untuk memelihara banyak server demi melayani jutaan pengguna layanannya, mereka cukup menyewa sumber daya komputasi maupun media penyimpanan dari Amazon. Biaya investasi jadi bisa dialihkan untuk biaya menyewa layananKe komputasi awan ini.

Keuntungan lain dari model komputasi awan ini adalah perusahaan cukup membayar biaya sewa komputasi yang dipergunakan. Jadi kalau jumlah pengguna yang mengakses layanan sedikit, maka biaya sewanya juga ikut turun menyesuaikan; jika mendadak banyak, maka perusahaan hanya membayar kelebihan biaya yang terjadi saat jumlah pengguna melonjak. Aplikasi yang diakses lewat awan internet juga berarti waktu penyebaran aplikasi ini sangat cepat, tidak perlu lagi dilakukan instalasi.

Penghematan biaya didapatkan karena tidak perlu lagi investasi perangkat keras, sumber daya ruangan energi dan juga terjadi penghematan terhadap jumlah personel profesional TI. Mungkin yang paling terasa adalah biaya pemeliharaan, keamanan, dan juga ketersediaan sistem, jika dikerjakan sendiri, biasanya menjadi tergantung pada profesional TI yang tidak murah harganya. Namun ketika menggunakan komputasi awan, maka segala masalah pemeliharaan, keamanan dan ketersediaan sistem sudah dijamin oleh penyedia layanan komputasi awan.

* dari berbagai sumber

Previous

Besarnya Cinta Rasulullah S.A.W

Next

Rencanakan Pernikahan Anda Dengan Google For Weddings

2 Comments

  1. wah bagus sekali
    cukup memberikan pengertian kepada saya
    makasih ya mas ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by Lovecraft & Theme by Anders Norén

Policy Privacy | Disclaimer