<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>agungprasetyo.net &#187; Tips &#8216;n Trick</title>
	<atom:link href="http://agungprasetyo.net/category/tips-n-trick/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agungprasetyo.net</link>
	<description>It's about my life, goals and family</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 05:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Memasang/Menggunakan Font Kesukaan Anda di Web/Blog Dengan Mudah</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/memasangmenggunakan-font-kesukaan-anda-di-webblog-dengan-mudah/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/memasangmenggunakan-font-kesukaan-anda-di-webblog-dengan-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[cufon-yui]]></category>
		<category><![CDATA[embedded]]></category>
		<category><![CDATA[font]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya anda pernah mengalami masalah dimana font kesukaan/favorit anda tidak bisa ditampilkan dibrowser komputer lain karena pada komputer tersebut tidak mempunyai font yang sama dengan komputer anda. Sekarang anda tidak perlu bingung lagi, karena hal ini sekarang bisa diatasi dengan menggunakan cufon-yui. Ngomong-ngomong, apa sih cufon-yui ini??? Cufon-yui adalah suatu script (javascript) yang bisa mengganti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentunya anda pernah mengalami masalah dimana font kesukaan/favorit anda tidak bisa ditampilkan dibrowser komputer lain karena pada komputer tersebut tidak mempunyai font yang sama dengan komputer anda.</p>
<p>Sekarang anda tidak perlu bingung lagi, karena hal ini sekarang bisa diatasi dengan menggunakan <a href="http://cufon.shoqolate.com/generate/" target="_blank">cufon-yui</a>. Ngomong-ngomong, apa sih cufon-yui ini??? Cufon-yui adalah suatu script (javascript) yang bisa mengganti teks/font secara cepat dengan menggunakan fungsi canvas dan VML dari browser kita, tanpa perlu flash atau gambar. Caranya sangat gampang dan cepat, karena dari website <a href="http://cufon.shoqolate.com/generate/" target="_blank">cufon</a> sudah disediakan generator yang siap untuk merender font anda. Sebagai contoh, ini saya berikan perbedaan menggunakan cufon-yui dan tidak.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Contoh Sederhana" src="http://digilib.stikom.edu/wordpress-post/post-792/gbr1.jpg" alt="" width="522" height="445" /></p>
<p>Dari contoh diatas, bisa dilihat bahwa dengan menggunakan cufon-yui, kita bisa menampilkan font yang biasanya harus kita <em>convert</em> dulu ke bentuk gambar atau dalam bentuk flash.</p>
<p>Sebagai langkah awal, buatlah folder <strong>testing-cufon</strong> pada drive C: anda dan buatlah folder <strong>js</strong> sebagai sub-direktorinya. Ok, tidak panjang lebar, kita langsung praktek aja <img src='http://agungprasetyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h1>Langkah 1 : Convert Font</h1>
<h1 style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Font Generator" src="http://digilib.stikom.edu/wordpress-post/post-792/gbr2.png" alt="" width="478" height="355" /></h1>
<p>Agar proses berjalan dengan sempurna, kita harus menggunakan converter yang disediakan oleh website Cufón. Pertama-tama, pilih font favorit/kesukaan anda dari folder <strong>C:\Windows\Fonts</strong> dan tempatkan di drive C:. Untuk bisa mengcopy font, anda langsung menekan <strong>Crtl+C</strong> pada font yang dipilih. Sebagai contoh, saya menggunakan font <strong>Jokerman</strong>.</p>
<p>Sebagai langkah awal, kita gunakan settingan default saja. Anda hanya perlu melakukan centang pada <strong>The EULAs of these fonts allow Web Embedding (without Adobe Flash)</strong> dan <strong>I acknowledge and accept these terms</strong>, setelah itu klik <strong>Let&#8217;s do this!</strong>. Setelah itu, simpan file anda pada folder <strong>js</strong> yang sebelumnya sudah anda buat yang berada pada folder <strong>testing-cufon</strong>.</p>
<h1>Langkah 2 : Download Cufón</h1>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Download Cufón" src="http://digilib.stikom.edu/wordpress-post/post-792/gbr3.jpg" alt="" width="600" height="254" /></p>
<p>Dari halaman depan Cufón, klik kanan pada menu <strong>Download</strong>, lalu pilih <strong>Save As</strong> dan letakkan pada folder <strong>js</strong>.</p>
<h1>Langkah 3 : Menyiapkan Dokumen HTML</h1>
<p>Langkah terakhir, kita buat file html. Buka editor favorit anda, masukkan kode html standar, dan sebelum tag&lt;head&gt; masukkan kode berikut :</p>
<pre name="code" class="js"><script src="js/cufon-yui.js" type="text/javascript"></script>
<script src="js/Jokerman_400.font.js" type="text/javascript"></script>
<script type="text/javascript">Cufon.replace('#container h1');</script></pre>
<h2>Penjelasan :</h2>
<p><strong>Baris 1 &amp; 2 :</strong> adalah file yang dibutuhkan agar cufon bisa berfungsi dan merender font kita.</p>
<p><strong>Baris 3 :</strong> adalah skrip yang mengaktifkan cufon agar mengganti semua h1 dengan font Jokerman.</p>
<h1>Langkah 4 : Preventif Terhadap Browser IE</h1>
<p>Untuk browser Internet Explorer, anda harus menambahkan script berikut agar proses render berjalan lancar.</p>
<pre name="code" class="js">
<script type="text/javascript"> Cufon.now(); </script>
</pre>
<h1>Selesai : Download artikel</h1>
<p>Jika anda masih bingung, silahkan download file berikut : <a href="http://digilib.stikom.edu/wordpress-post/post-792/testing-cufon.zip">source code</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/memasangmenggunakan-font-kesukaan-anda-di-webblog-dengan-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengamankan dan Mempercepat Blog WordPress Anda</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tips-mengamankan-dan-mempercepat-blog-wordpress-anda/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tips-mengamankan-dan-mempercepat-blog-wordpress-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 03:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[mempercepat wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[mengamankan wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[securing]]></category>
		<category><![CDATA[speed up]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[WordPress adalah aplikasi blogging yang paling banyak digunakan dan berkat kerja keras komunitas yang terus berusaha meningkatkan kinerjanya, sekarang wordpress menjadi konten manajemen sistem (CMS / Content Management System) yang handal. Untuk alasan itulah, mungkin menjadi salah satu CMS yang paling sering untuk berusaha di bobol. Pada kasus tertentu, website yang menggunakan WordPress bisa menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress</a> adalah <a href="http://wordpress.org/download/counter/" target="_blank">aplikasi blogging yang paling banyak digunakan</a> dan berkat kerja keras komunitas yang terus berusaha meningkatkan kinerjanya, sekarang wordpress menjadi konten manajemen sistem (CMS / Content Management System) yang handal. Untuk alasan itulah, mungkin menjadi salah satu CMS yang paling sering untuk berusaha di bobol. Pada kasus tertentu, website yang menggunakan WordPress bisa menjadi sangat lambat tanpa adanya konfigurasi dan administrasi yang benar.</p>
<h2>Lakukan Backup</h2>
<p>Ini adalah aturan dasar yang sederhana yang dapat menyelamatkan anda dalam banyak kasus. Jangan lupa untuk selalu mem-backup website (root folder dan semua file-file yg ada) dan database secara berkala, agar anda dapat mengembalikan website anda kapan saja jika ada masalah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2010/03/wp-mysql01.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-754" title="wp-mysql01" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2010/03/wp-mysql01-150x150.jpg" alt="wp-mysql01" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Anda dapat menggunakan PhpMyAdmin untuk backup database anda. Bukalah database anda, klik tab <em>Export</em>, pilih semua tabel pada pilihan SQL (jangan lupa centang &#8220;<em>Add DROP TABLE</em>&#8220;). Selain itu, gunakan fungsi GZIP Compression.</p>
<h2>Gunakan WordPress Versi Terbaru</h2>
<p>Ini sangat penting untuk memperbarui WordPress anda dari <em>bugs</em> dan masalah keamanan. Anda dapat menggunakan <em>Automatic Upgrade</em> (Tools &gt; Upgrade), atau 3 langkah upgrade manual, yang bisa anda baca di <a href="http://codex.wordpress.org/Upgrading_WordPress" target="_blank">Upgrading WordPress</a>.</p>
<h2>Gunakan Password &amp; Lindungi direktori WP-Admin</h2>
<p>Instalasi WordPress membuat user admin secara default dengan password yang acak. Jika anda masih menggunakan password acak ini untuk mengakses WP-Admin, saya sarankan segera rubah password anda dan berikan password yang lebih kuat. Selain itu, rubahlah username default dari administrator. Pada bagian Users di halaman admin, anda bisa mengatur profil anda.</p>
<p>Lindungi direktori WP-Admin dengan password dari sisi server. Letakkan file .htaccess pada direktori yang ingin anda amankan. Berikut adalah kode dari file .htaccess<br />
<code><br />
AuthName "WP-Admin"<br />
AuthType Basic<br />
AuthUserFile /path/ke/passwd  #(direktori tujuan file .htpasswd)<br />
Require valid-user<br />
</code><br />
Gunakan <a href="http://www.htaccesstools.com/htpasswd-generator/" target="_blank">htpasswd</a> untuk membuat file passwd (.htpasswd) dan letakkan file ini pada direktori yang tidak bisa diakses dari web (htpasswd -c /tujuan/direktori/passwd username).</p>
<h2>Lindungi file wp-config.php</h2>
<p>Pertama-tama, anda harus membuat kunci rahasia pada file wp-config.php anda. Kenapa ? karena mulai versi 2.6, WordPress telah memasukkan satu set fitur keamanan untuk password dan jika anda ingin meningkatkan keamanan blog anda, maka anda harus menggunakan <a href="http://api.wordpress.org/secret-key/1.1/" target="_blank">generator</a> ini untuk membuat kunci rahasia.<br />
<code><br />
define('AUTH_KEY', 'put your unique phrase here');<br />
define('SECURE_AUTH_KEY', 'put your unique phrase here');<br />
define('LOGGED_IN_KEY', 'put your unique phrase here');<br />
define('NONCE_KEY', 'put your unique phrase here');<br />
</code><br />
WP-Config berisi data yang sangat krusial dan untuk alasan ini, maka anda wajib melindungi file wp-config.php dengan menggunakan <em>.htaccess</em>.</p>
<p><code># protect wpconfig.php<br />
&lt;files wp-config.php&gt;<br />
Order deny,allow<br />
deny from all<br />
&lt;/files&gt;<br />
</code></p>
<h2>Block Akses Search Engine ke Direktori WP-</h2>
<p>Direktori WP- tidak perlu di-index oleh search engine, jadi blok saja akses ke direktori ini. Anda bisa menggunakan konfigurasi berikut di file <strong>robots.txt</strong>.</p>
<p><code>Dissalow: /wp-*</code></p>
<h2>Plugin Bad Behavior</h2>
<p>Plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/bad-behavior/" target="_blank">Bad Behavior</a> ini melengkapi plugin lain yang bertindak sebagai penjaga pintu, mencegah spammer untuk mengirimkan &#8220;sampah&#8221; mereka, dan pada banyak kasus, sampai mencegah spammer tidak meletakkan website anda dalam urutan pertama mereka. Hal ini selain membuat beban situs anda menjadi lebih ringan, juga membuat log website anda menjadi lebih bersih, dan bisa mencegah kondisi <em>Denial of Service</em> yang disebabkan oleh spammer.</p>
<p>Plugin ini juga melampaui plugin spam lain dengan cara kerjanya yang berbeda. Alih-alih hanya melihat isi spam yang potensial, plugin ini juga menganalisa metode penyampaian serta software spammer yang digunakan. Dengan cara ini, plugin Bad Behavior dapat menghentikan serangan spam bahkan ketika tidak ada seorangpun yang melihatnya sebagai spam.</p>
<h2>Plugin Login Lock-Down</h2>
<p>Pugin <a href="http://www.bad-neighborhood.com/login-lockdown.html" target="_blank">Login Lock-Down</a> ini menggabungkan alamat IP dan daftar waktu dari setiap login yang gagal, jadi ketika sudah dideteksi sejumlah tindakan dalam waktu yang singkat dari range alamat IP yang sama, maka plugin ini akan menon-aktifkan semua permintaan dari IP tersebut. Hal ini tentunya dapat mencegah tindakan hacking secara <em>Brute of Force</em>.</p>
<h2>Plugin Secure WordPress</h2>
<p><a href="http://wordpress.org/extend/plugins/secure-wordpress/" target="_blank">Plugin ini</a> akan membantu anda untuk mengamankan instalasi WordPress anda. Plugin ini akan membersihkan informasi kesalahan pada halaman login, menambahkan file index.html pada direktori plugin, menghapus wp-version kecuali pada halaman admin.</p>
<h2>Optimalkan Gambar Pada Server Anda</h2>
<p>Gambar mempunyai dampak besar bagi tampilan sebuah website, tetapi jika gambar pada halaman web kita tidak dioptimalkan, maka kita bisa mendapat masalah dengan berhubungan dengan <a href="http://www.die.net/musings/page_load_time/" target="_blank">load time</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bandwidth" target="_blank">bandwitdh</a>.</p>
<p>Untuk itu, anda harus menggunakan kompresi yang baik untuk gambar anda, tergantung dari software anda, untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara kualitas dan ukuran. Saya sempat membaca artikel bagus yang berhubungan dengan kompresi gambar menggunakan 2 software yang berbeda, <a href="http://www.webdesignerwall.com/general/fireworks-vs-photoshop-compression/" target="_blank">kompresi photoshop vs fireworks</a>.</p>
<h2>Aktifkan GZIP Compression</h2>
<p>Kompresi adalah cara cepat dan efektif untuk menghemat bandwidth dan mempercepat website Anda.</p>
<p>Apache memungkinkan kompresi melalui <a href="http://httpd.apache.org/docs/2.0/mod/mod_deflate.html" target="_blank"><em>mod_deflate</em></a> dan tambahkan kode berikut di dalam file .htaccess anda akan mengaktifkan kompresi GZIP pada halaman web Anda.<br />
<code><br />
# BEGIN GZIP<br />
&lt;ifmodule mod_deflate.c&gt;<br />
AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml text/css application/x-javascript application/javascript<br />
&lt;/ifmodule&gt;<br />
# END GZIP<br />
</code><br />
Tes kompresi web anda di <a href="http://www.gidnetwork.com/tools/gzip-test.php" target="_blank">GZIP-Test</a>.</p>
<h2>Mengecilkan CSS dan Kompresi File Javascript</h2>
<p>Untuk memperkecil CSS anda (dan mempercepat website), anda dapat menggunakan salah satu tool yang tersedia, seperti <a href="http://www.styleneat.com/" target="_blank">Styleneat</a>, atau php library, misalnya <a href="http://code.google.com/p/minify/" target="_blank">Minify</a>.</p>
<p>Hal lain yang harus dilakukan adalah menempatkan semua file JavaScript anda ke dalam satu file dan load di bagian bawah halaman (<em>footer.php</em>).</p>
<p>Anda dapat menggunakan <a href="http://getfirebug.com/" target="_blank">Firebug</a> dengan <a href="http://code.google.com/intl/it-IT/speed/page-speed/download.html" target="_blank">Page Speed</a> pada Mozilla Firefox untuk menguji dan mengoptimalkan halaman web anda.</p>
<h2>Mengurangi Jumlah Eksternal Link Website</h2>
<p>Website dan skrip eksternal dapat menghabiskan banyak waktu untuk loading tergantung pada koneksi server. Anda harus membatasi <em>widget</em> dan link ke situs lain, pada kenyataannya, dengan mengurangi jumlah hostname dari sumber daya yang dilayani, kita dapat meminimalkan jumlah <a href="http://docsrv.sco.com/NET_tcpip/dnsC.resolution.html" target="_blank">DNS resolutions</a> dan delay <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Round-trip_delay_time" target="_blank"><em>round-trip time</em></a> (<strong>RTT</strong>) yang bisa diartikan adalah <span>waktu yang dibutuhkan oleh paket, sejak paket  dikirim hingga paket diterima </span> .</p>
<h2>Optimalkan dan Repair Database</h2>
<p>Secara berkala anda harus mengoptimalkan database anda. Buka struktur database instalasi anda, centang semua tabel, pilih opsi <strong>Optimize Table</strong> dan <strong>Repair</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2010/03/wp-mysql02.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-755" title="wp-mysql02" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2010/03/wp-mysql02-150x150.jpg" alt="wp-mysql02" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Jika bingung dengan PhpMyAdmin, tersedia plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-optimize/" target="_blank">WP-Optimize</a> yang bisa melakukan optimalisasi database dari halaman admin.</p>
<h2>Menonaktifkan Fungsi Post Revisions</h2>
<p>Untuk menonaktifkan fitur Post Revisions (jika anda tidak memerlukannya), tambahkan kode berikut ini ke wp-config.php:</p>
<p><code>define ( 'WP_POST_REVISIONS', false);</code></p>
<h2>Hapus Plugin Yang Tidak Terpakai</h2>
<p>Lihatlah daftar plugin yang anda gunakan dan cobalah untuk mengoptimalkan WordPress anda dengan menghapus plugin yang tidak digunakan. Jika anda memiliki lebih dari 15 plugin yang aktif pada blog anda, tanyakan kepada diri anda sendiri apa yang sebenarnya anda butuhkan, dan hapus yang tidak perlu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2010/03/wp-mysql03.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-756" title="wp-mysql03" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2010/03/wp-mysql03-150x150.jpg" alt="wp-mysql03" width="150" height="150" /></a></p>
<h2>Plugin WP Super Cache</h2>
<p>Plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-super-cache/" target="_blank">WP Super Cache</a> menghasilkan file statis html dari blog anda. Setelah file html terbentuk, webserver anda akan melayani permintaan terhadap file tersebut daripada memproses script yang lebih berat dari WordPress anda.</p>
<p>///////////////////////////////////////////////</p>
<p>Nah, cukup dulu pembahasan tentang mengamankan dan mempercepat wordpress anda. Tapi hati-hati, kadang niatan kita utk mengamankan wordpress, bisa membuat wordpress kita jadi error, seperti yang saya alami pada <a href="http://agungprasetyo.net/2009/09/29/securing-apache-malah-memunculkan-trouble-aneh-di-wordpress/">artikel ini</a>.</p>
<p>Semoga artikel bisa bermanfaat buat anda, dan jika iya, silahkan berikan komentar <img src='http://agungprasetyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tips-mengamankan-dan-mempercepat-blog-wordpress-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Backup dan Simpan Status Aktivasi Windows XP (WPA.DBL) untuk Re-install Tanpa Mengaktifkan Lagi</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/backup-dan-simpan-status-aktivasi-windows-xp-wpa-dbl-untuk-re-install-tanpa-mengaktifkan-lagi/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/backup-dan-simpan-status-aktivasi-windows-xp-wpa-dbl-untuk-re-install-tanpa-mengaktifkan-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 04:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivasi Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Bypass Aktivasi]]></category>
		<category><![CDATA[WPA.BAK]]></category>
		<category><![CDATA[WPA.DBL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda melakukan melakukan instalasi ulang dan harus melakukan kembali aktivasi terhadap komputer anda? Bagi yang senang utak-atik komputer, langkah ini pasti pernah dilakukan. Tapi bagi anda yang tidak mau melakukan aktivasi Windows XP anda lagi, ada cara untuk mengakalinya. &#160; Windows XP menyimpan informasi konfigurasi perangkat keras komputer pada saat aktivasi, seperti status aktivasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda melakukan melakukan instalasi ulang dan harus melakukan kembali aktivasi terhadap komputer anda? Bagi yang senang utak-atik komputer, langkah ini pasti pernah dilakukan. Tapi bagi anda yang tidak mau melakukan aktivasi Windows XP anda lagi, ada cara untuk mengakalinya.</p>
<div>&nbsp;</div>
<p>Windows XP menyimpan informasi konfigurasi perangkat keras komputer pada saat aktivasi, seperti status aktivasi produk, info kadaluarsa dari instalasi XP, dan spesifikasi perangkat keras saat itu di file <strong>WPA.DBL</strong> yang terletak pada direktori <strong>%SystemRoot%\System32</strong>. Untuk mengamankan file WPA.DBL, Microsoft mengenkripsi file dengan algoritma RC4. Namun, file WPA.DBL tidak dilindungi, dan jika pengguna menghapus file tsb, pengguna harus mengaktifkan kembali Windows XP lagi. Pengguna tidak akan mampu mengembalikan WPA.DBL dengan menggunakan <em>Sistem Restore</em> karena tidak termasuk dalam mekanisme backup.</p>
<div>&nbsp;</div>
<p>Karena semua konfirmasi aktivasi tersimpan pada file WPA.DBL, pengguna bisa melakukan backup thd file WPA.DBL yang sudah dalam kondisi ter-aktivasi dan melakukan restore pada saat Windows akan di install ulang. Dengan mengganti file WPA.DBL di Windows XP baru dan memakai file WPA.DBL yang sudah diaktifkan, pengguna tidak perlu melakukan proses aktivasi online lagi atau harus menghubungi pihak Microsoft untuk melakukan aktivasi via telpon dan mengetik kode aktivasi kembali.</p>
<div>&nbsp;</div>
<p><strong>CATATAN PENTING</strong><br />
Perhatikan bahwa trik ini hanya bekerja jika pengguna tidak membuat perubahan pada hardware yang signifikan. Pada setiap proses boot, sistem akan menganalisis perangkat keras saat itu dan membandingkannya dengan yang tersimpan pada informasi konfigurasi perangkat keras. Jika ada perubahan perangkat keras, Windows akan membuat catatan mengenai perubahan dalam file WPA, tetapi juga menyimpan konfigurasi asli untuk referensi. Jika perubahan terlalu signifikan, atau ada sudah terlalu banyak perubahan, Windows XP akan me-reset kembali file WPA.DBL dengan status non-aktif (ukuran file hanya 2K), dan pengguna harus melakukan proses untuk mengaktifkan kembali.</p>
<div>&nbsp;</div>
<p>Jika pengguna berencana untuk membuat perubahan konfigurasi perangkat keras, juga dianjurkan untuk membuat backup file WPA.DBL sehingga pengguna dapat dengan mudah mengembalikan kembali ke posisi saat sudah diaktifkan tanpa perlu menghubungi Microsoft lagi setiap kali perubahan hardware.</p>
<div>&nbsp;</div>
<p><strong>Cara Backup &#038; Restore :</strong></p>
<div>&nbsp;</div>
<ul>
<li>Buka <strong>My Computer</strong> atau <strong>Windows Explorer</strong>.</li>
<li>Arahkan ke direktori <strong>%SystemRoot%\System32</strong> (biasanya C:\Windows\System32). Anda mungkin harus mengklik <strong>Show the contents of this folder</strong> untuk menampilkan isi file.</li>
<li>Salin WPA.DBL dan WPA.BAK ke media penyimpanan seperti floppy disk, USB flash disk, portabel hard disk eksternal atau melakukan proses burning file ke CD atau DVD.</li>
<li>Lakukan proses format dan lakukan instalasi ulang Windows XP pada komputer yang sama.
</li>
<li>Setelah penginstalan selesai dan muncul window <em>Windows XP Out of Box Experience</em> (<strong>OOBE</strong>), klik tombol <strong>No</strong>.
</li>
<li>Restart komputer dan tekan <strong>F8</strong> pada saat boot dan kemudian pilih <strong>Minimal Safe Mode</strong> pada menu &#8220;<strong>Advanced Boot Options</strong>&#8220;.
</li>
<li>Buka My Computer atau Windows Explorer.</li>
<li>Arahkan ke direktori <strong>%SystemRoot%\System32</strong> (biasanya C:\Windows\System32). Anda mungkin harus mengklik <strong>Show the contents of this folder</strong> untuk menampilkan isi file.
</li>
<li>Ganti nama WPA.DBL dan WPA.BAK (jika ada) pada direktori tersebut.
</li>
<li>Salin WPA.DBL dan WPA.BAK asli ke direktori %SystemRoot%\System32.
</li>
<li>Restart komputer. Windows XP harusnya langsung diaktifkan secara otomatis.</li>
</ul>
<div>&nbsp;</div>
<p>Trik di atas tidak akan bekerja untuk transfer aktivasi dari satu komputer ke komputer lain, sehingga jangan berharap untuk dapat meng-hack dan mem-bypass aktivasi XP dengan menyalin file tsb dari PC lainnya.<br />
<em>Sumber :</em> <a href="http://bit.ly/4Kd7Br" target="_blank">http://bit.ly/4Kd7Br</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/backup-dan-simpan-status-aktivasi-windows-xp-wpa-dbl-untuk-re-install-tanpa-mengaktifkan-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips &amp; Trik WordPress : Membuat Author Bisa Upload File .flv</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tips-trik-wordpress-membuat-author-bisa-upload-file-flv/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tips-trik-wordpress-membuat-author-bisa-upload-file-flv/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 10:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Admin]]></category>
		<category><![CDATA[Author]]></category>
		<category><![CDATA[Author can't upload]]></category>
		<category><![CDATA[flv]]></category>
		<category><![CDATA[hack]]></category>
		<category><![CDATA[user level]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Teman saya mempunyai blog yang kontennya diisi bukan oleh dia. Akhirnya teman saya tadi itu membuatkan sebuah user khusus yang nantinya user tersebut bisa mengisi konten baik dari judul, isi hingga mengupload file, dalam  hal ini dalam format flv. User tersebut diberi hak sebagai Author. Pernah suatu kali teman saya (admin) tadi menulis posting sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman saya mempunyai <a href="http://ittv.stikom.edu">blog</a> yang kontennya diisi bukan oleh dia. Akhirnya teman saya tadi itu membuatkan sebuah user khusus yang nantinya user tersebut bisa mengisi konten baik dari judul, isi hingga meng<em>upload</em> file, dalam  hal ini dalam format flv. User tersebut diberi hak sebagai <a href="http://codex.wordpress.org/Roles_and_Capabilities#Author">Author</a>.</p>
<p>Pernah suatu kali teman saya (admin) tadi menulis posting sebagai konten pertama dari blog tersebut. Semua proses berjalan lancar, tanpa ada masalah. Beberapa posting telah dibuat oleh teman saya dengan akses Admin.</p>
<p>Selanjutnya, masalah muncul ketika user dengan status Author melakukan isi konten. Sewaktu mengisikan judul, konten, tag, semua proses tadi berjalan dengan normal, tetapi ketika akan melakukan upload file .flv, muncul masalah bahwa file .flv tadi tidak terupload dengan sempurna. Muncul pesan error seperti pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/11/flv-error1.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-524" title="flv-error1" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/11/flv-error1-150x150.jpg" alt="flv-error1" width="150" height="150" /></a> <a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/11/flv-error2.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-526" title="flv-error2" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/11/flv-error2-150x150.jpg" alt="flv-error2" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Gambar sebelah kiri sewaktu saya melakukan upload dari <strong>Media Library</strong>, sedangkan gambar sebelah kanan adalah error pada saat upload dari <strong>Post</strong>.</p>
<p>Karena penasaran, akhirnya saya (dimintai tolong) untuk mencoba menyelesaikan masalah ini. Saya mencoba menggunakan user dengan akses Author, dan mencoba upload file .flv, dan ternyata proses ini tidak berhasil. Lalu saya coba untuk upload file gambar, proses tersebut berhasil. Saya juga mencoba menggunakan user dengan akses Admin, proses upload file .flv berjalan dengan sempurna.</p>
<p>Setelah browsing beberapa lama, akhirnya menemukan solusinya yaitu :</p>
<ol>
<li>Buka file <strong>functions.php</strong> yang berada pada direktori <strong>wp-includes</strong></li>
<li>Carilah <strong>function </strong><strong>wp_ext2type</strong></li>
<li>Pada bagian video, tambahkan <strong>&#8216;flv&#8217;</strong> di bagian array</li>
<li>Setelah itu, cari juga <strong>function</strong> <strong>wp_check_filetype</strong></li>
<li>Pada variabel $mime, tambahkan <strong>&#8216;flv&#8217; =&gt; &#8216;video/x-flv&#8217;,</strong></li>
<li>Simpan file</li>
</ol>
<p>Atau cara lain yang lebih mudah, download file <a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/11/FLV-Hack.zip">FLV-Hack</a>, ekstrak dan kopikan ke direktori plugins dan aktifkan. It&#8217;s done&#8230;</p>
<p>Sekarang teman saya tidak perlu lagi mengupload-kan setiap file .flv yang akan dipostingkan ke dalam suatu konten, cukup si <strong>Autho</strong>r saja <img src='http://agungprasetyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga tip dan trik ini bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tips-trik-wordpress-membuat-author-bisa-upload-file-flv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Tips Membuat Penggunaan UMPC/Netbook Lebih Maksimal</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/10-tips-membuat-penggunaan-umpcnetbook-lebih-maksimal/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/10-tips-membuat-penggunaan-umpcnetbook-lebih-maksimal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 05:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[netbook]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[UMPC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/2009/06/01/10-tips-membuat-penggunaan-umpcnetbook-lebih-maksimal/</guid>
		<description><![CDATA[Meski peredaran UMPC/Netbook sudah lama ada, tapi hingga saat ini, produk ini tergolong masih diminati oleh pengguna. Apalagi beberapa vendor di Indonesia malah beramai-ramai mengeluarkan produk terbaru mereka yang berupa UMPC/Netbook. Buatlah Lebih Baik Berikut ini, akan saya berikan tips yang bisa membuat pengalaman ber-netbook anda lebih maksimal. 1. Jangan Upgrade Sistem Operasi Kecuali hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski peredaran UMPC/Netbook sudah lama ada, tapi hingga saat ini, produk ini tergolong masih diminati oleh pengguna. Apalagi beberapa vendor di Indonesia malah beramai-ramai mengeluarkan produk terbaru mereka yang berupa UMPC/Netbook.</p>
<h2>Buatlah Lebih Baik</h2>
<p>Berikut ini, akan saya berikan tips yang bisa membuat pengalaman ber-netbook anda lebih maksimal.</p>
<h4>1. Jangan Upgrade Sistem Operasi</h4>
<p>Kecuali hal tsb sangat penting, upgrade OS lebih baik tidak dilakukan. Yang lebih baik anda lakukan adalah downgrade OS untuk mendapatkan performa/kinerja lebih baik. Karena netbook memang di desain khusus untuk ultra-portabel, jadi netbook tdk dilengkapi dengan prosesor yg tinggi. Jadi downgrade dari Windows Vista ke Windows XP &#8211; sebagai contoh &#8211; bisa memberikan kinerja lebih baik/cepat.</p>
<h4>2. Investasikan Ke Tas Laptop Yang Berkualitas</h4>
<p>Saya tahu setiap pembelian produk semacam netbook pasti mendapatkan tas kecil/mungil yg pas dengan netbook anda. Tetapi, hal tsb tidak akan bisa mengakomodasi kebutuhan spt charger atau aksesoris lainnya. Tentu tas kecil/mungil tsb bisa dibawa kemana-mana, tetapi untuk mobilitas yg tinggi, rasanya sebuah tas laptop yg berkualitas lebih dapat mengakomodasi kebutuhan anda. Sekarang sudah banyak merk/brand tas laptop seperti misalnya Eiger atau BodyPack dengan harga yg yaaa. relatif terjangkau lah. *tapi belum terjangkau buat saya&#8230; he3x<br />
Sebagai alternatif, anda bisa membeli tas laptop dgn ukuran 12&#8242; karena pastinya ukurannya tdk sebesar yg 14&#8242; atau 15&#8242;, dan tentu harganya lebih murah.</p>
<p><span id="more-280"></span></p>
<h4>3. Beli Baterei Cadangan atau yang Ukurannya Lebih Besar</h4>
<p>Kapasitas baterei dgn cell yang lebih banyak spt baterei 6-cell atau 9-cell mungkin tdk cocok utk semua orang, tapi jika anda sering melakukan travelling, hal ini adalah berkah. Jika anda mempunyai dana lebih, carilah baterei dgn jumlah cell yg lebih banyak, seperti 6-cell yg bertahan antara 5-6 jam atau <a href="http://agungprasetyo.net/2009/05/11/wowwbaterei-acer-aspire-one-tahan-sampai-12-jam/">baterei yg kuat hingga 12 jam</a>. Jangan lupa juga, bahwa baterei tsb kemungkinan tidak muat di tas kecil/mungil anda karena ukurannya yg memang agak besar. Lihat solusi nomer 2.</p>
<h4>4. Menggunakan Monitor Eksternal yang Lebih Besar</h4>
<p>Ukuran layar dari netbook berkisar antara 7 hingga 10 inci, dan itu tergolong sangat kecil. Jika anda sering menggunakan netbook anda di rumah atau dikantor, mensetting monitor eksternal sebagai alat bantu adalah ide yang lumayan bagus. Yang jelas, mata anda akan lebih &#8220;santai&#8221; daripada biasanya..</p>
<h4>5. Jangan Jalankan Banyak Aplikasi di Proses Background</h4>
<p>Netbook dibuat untuk mobilitas portabel, jadi jangan samakan dengan dekstop PC. Tentunya adalah hal bagus untuk mempunyai aplikasi yang sama yang biasanya dipakai di desktop PC, tapi hal ini akan membuat kinerja netbook anda menjadi sangat lambat. Cobalah untuk lebih selektif dan memilih aplikasi mana yang akan berjalan di proses background, atau uninstall aplikasi yang jarang anda pakai.</p>
<h4>6. Gunakan Keyboard &amp; Mouse yang Bagus</h4>
<p>UMPC/Netbook hadir dengan harga yang relatif terjangkau, tetapi masalahnya produk ini juga memangkas ukuran dari keyboard dan touchpad. Sehingga terkadang ukuran tsb kurang nyaman apabila anda terbiasa dengan keyboard/mouse di desktop PC. Solusi paling praktis adalah membeli keyboard atau mouse eksternal. Jika anda tergolong orang yang senang travelling, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli keyboard lipat dan mouse yg standar yang mudah dibawa.</p>
<h4>7. Sebuah Media Player Portabel</h4>
<p>Dengan berbagai model baru yang sudah menyertakan harddisk besar dalam paketnya, netbook adalah sebuah multimedia portabel. Untuk merubah netbook anda menjadi sebuah PMP (Portable Media Player), anda butuh menginstall beberapa aplikasi multimedia. Untuk mendengarkan musik, anda bisa install iTunes, atau bawaan dari OS seperti Windows Media Player. Untuk menonton video, <strong>K-Lite Codec Pack with Windows Media Player Classic</strong> adalah pilihan yang tepat. Saya sudah lama menggunakan aplikasi ini. Selain gratis, aplikasi ini hampir bisa memainkan segala jenis format video, dan yang paling penting, aplikasi ini gratis.</p>
<h4>8. Belilah CD/DVD ROM atau Harddisk Eksternal</h4>
<p>Meski harddisk sudah berpuluh-puluh giga, tapi bagi orang jaman sekarang, jumlah tersebut masih kurang. Kebutuhan akan penyimpanan data memang menjadi salah satu hal mendasar saat ini. CD/DVD ROM atau harddisk eksternal saat ini harganya sudah relatif terjangkau. Jika anda ingin membaca media CD/DVD, membeli sebuah perangkat CD/DVD Rom adalah suatu pilihan yg bijak. Sedangkan jika anda tergolong orang yang sering berpindah komputer dan membawa data tsb bersama anda, rasanya sebuah harddisk eksternal akan membantu hari-hari anda dengan mudah. Kedua perangkat tersebut saat ini bisa ditemukan dimana dengan harga masing masih dibawah 1jt rupiah.</p>
<h4>9. Memberi Netbook Anda Eksesoris</h4>
<p>Tren gaya tidak hanya melanda di bidang fashion saja, tapi ini adalah gaya hidup. Termasuk menambahi netbook anda dengan berbagai macam aksesoris,seperti misalnya cover stiker hingga ke screen/keyboard protection. Hal ini tentunya menambah gaya netbook anda agar lain daripada yang lain. Selain itu, juga bisa melindungi netbook anda dari goresan atau kotoran yang tidak sengaja bisa menempel di netbook anda. Kisaran harga untuk aksesoris ini berkisar antara 75.000 &#8211; 150.000an.</p>
<h4>10. Netbook Anda Sebuah Game Center</h4>
<p>Untuk hal ini, anda perlu berhati-hati. Anda tentunya tidak bisa mengharapkan netbook anda memainkan game dgn kualitas 3D terbaik. Tapi jika untuk memainkan game-game yg biasa atau game tertentu tapi dengan menurunkan kualitas gambar, tentunya netbook anda masih mampu. Untuk memainkan DOS game, installah aplikasi DOSBOX. Sedangkan untuk game 3D, mungkin anda bisa mencoba aplikasi 3DAnalyze yang bisa menjalankan game 3D tanpa vga card yang terpisah.</p>
<p>Semoga tips diatas bisa membantu dalam memaksimalkan kenyamanan penggunaan netbook anda. Saran/kritik, monggo..silahkan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/10-tips-membuat-penggunaan-umpcnetbook-lebih-maksimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Troubleshooting dalam D2D Recovery</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/troubleshooting-dalam-d2d-recovery/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/troubleshooting-dalam-d2d-recovery/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 10:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Acer]]></category>
		<category><![CDATA[D2D]]></category>
		<category><![CDATA[recovery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/2009/05/29/troubleshooting-dalam-d2d-recovery/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai informasi awal, proses ini bisa dilakukan juga terhadap merk lain. PENTING: Direkomendasikan untuk selalu melakukan backup terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal yang sifatnya merubah sistem dan sebagainya. Segala kerusakan dan atau modifikasi pada sistem adalah tanggung jawab pribadi anda. Langkah berikut telah dipraktekkan pada Acer Aspire 5102wlmi dan beberapa juga berfungsi di Dell Inspiron [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai informasi awal, proses ini bisa dilakukan juga terhadap merk lain.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">PENTING:</span></strong><br />
Direkomendasikan untuk selalu melakukan backup terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal yang sifatnya merubah sistem dan sebagainya. Segala kerusakan dan atau modifikasi pada sistem adalah tanggung jawab pribadi anda. Langkah berikut telah dipraktekkan pada Acer Aspire 5102wlmi dan beberapa juga berfungsi di Dell Inspiron 9400/1705.</p>
<p>Seperti yang telah kita ketahui, Acer dan beberapa merk lain dalam paketnya telah mengintegrasikan sistem recovery yang terinstall secara tersembunyi pada partisi di harddisk anda. Sistem ini akan muncul jika kita menekan ALT+F10 pada saat startup.</p>
<h2>KONDISI PERTAMA</h2>
<p>Biasanya terjadi hal bahwa fungsi D2D Recovery di-disable pada bios.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #ff0000;">SOLUSI</span></span></strong> : Aktifkan fungsi ini pada bios dan tekan ALT+F10 secara simultan pada saat startup.</p>
<p><span id="more-274"></span></p>
<h2>KONDISI KEDUA</h2>
<p>Pada kasus kali ini partisi PQSERVICE telah terhapus atau rusak, atau anda memasukkan CD tapi partisi ini tidak ada.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="text-decoration: underline;">SOLUSI</span></strong></span> : Jika anda sebelumnya tidak membuat backup dari sistem ke bentuk image file, maka tidak mungkin anda bisa menggunakan fungsi D2D Recovery.</p>
<h2>KONDISI KETIGA</h2>
<p>MBR (Master Boot Record) dari Acer mengalami kerusakan atau telah tergantikan dengan MBR lain. Selama partisi PQSERVICE masih ada atau anda bisa mengakses partisi tsb, anda bisa mengembalikan file MBR tersebut.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #ff0000;"><strong>SOLUSI 1</strong></span></span> : Pada windows yg sistemnya masih berfungsi :</p>
<ol>
<li>Disable opsi D2D Recovery dari bios</li>
<li>Jalankan windows dengan akses administrator</li>
<li>Download, unzip dan jalankan <strong>partedit32</strong></li>
<li>Identifikasi partisi PQSERVICE berdasarkan ukurannya (pada tampilan dibawah dari partedit32 ada kotak informasi). Ukuran dari partisi ini bermacam-macam diantara 2GB &#8211; 6GB. Setelah merubah tipe dari partisi tsb ke 0C, lakukan simpan. Restart dan jalankan komputer dengan akses administrator, maka seharusnya anda bisa melihat partisi PQSERVICE pada drive anda. Cari 2 file berikut yaitu <strong><span style="font-size: medium;">mbrwrdos.exe</span></strong> dan <strong><span style="font-size: medium;">rtmbr.bin</span></strong>. Setelah itu, jalankan command/dos prompt dan jalankan perintah berikut pada partisi PQSERVICE :<strong><span style="font-size: small;">mbrwrdos.exe install rtmbr.bin<br />
</span></strong><br />
Maka proses tsb akan mengkopikan file MBR Acer ke sistem anda. Tutup command/dos prompt, lakukan restart, masuk ke bios, aktifkan opsi D2D Recovery. Seharusnya skrng perintah ALT+F10 sudah bisa berfungsi</li>
</ol>
<p><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #ff0000;"><strong>SOLUSI 2</strong></span></span> : Pada sistem yang rusak :</p>
<p>Untuk masalah ini, anda harus menggunakan Linux (sbg contoh : Mandriva)</p>
<ol>
<li>Boot dari Mandriva dan pada menu boot akan diberikan opsi untuk memperbaiki atau restore boot loader windows anda</li>
<li>Jika hal tsb tidak cukup, jalankan instalasi linux dan pilih LILO sebagai boot loader. Setelah selesai instalasi, restart komputer anda dan pada pilihan LILO menu akan muncul sedikitnya 2 pilihan windows boot yang boot pertama harusnya mengarah ke partisi PQSERVICE. Pilih boot tsb akan sistem akan booting menuju D2D Recovery.</li>
</ol>
<p>Langkah linux diatas adalah solusi paling sederhana, tapi perhatikan juga pada proses instalasi, Linux akan meminta utk melakukan resize partisi dari windows anda. Pada proses kali ini, harap berhati-hati, jangan sampai menghapus partisi PQSERVICE anda.</p>
<h2><span style="color: #ff0000;">TAMBAHAN :</span></h2>
<p>Jika pada partisi PQSERVICE anda tidak ada file <strong><span style="font-size: small;">mbrwrdos.exe</span></strong>, maka coba cari file <span style="color: #ff0000; font-size: small;"><strong><strong>MBRwrWin.</strong>exe</strong></span>. Lakukan perintah yang sama seperti diatas, tapi ganti nama filenya :</p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong><strong>MBRwrWin.exe</strong> install rtmbr.bin</strong></span></p>
<p>Semoga Bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/troubleshooting-dalam-d2d-recovery/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial ACER Aspire One A150 (Bag. 2) &#8211; eXPerimen</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tutorial-acer-aspire-one-a150-bag-2-experimen/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tutorial-acer-aspire-one-a150-bag-2-experimen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acer Aspire One]]></category>
		<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[mbr]]></category>
		<category><![CDATA[pqservice]]></category>
		<category><![CDATA[restore]]></category>
		<category><![CDATA[tinyxp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/2009/05/30/tutorial-acer-aspire-one-a150-bag-2-experimen/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tutorial sebelumnya, saya menyarankan melakukan backup partisi PQSERVICE sebagai antisipasi awal apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada laptop Acer anda. Pada tutorial bagian 2 ini saya mencoba untuk : Melakukan partisi pada HD &#38; Restore partisi PQSERVICE Instalasi TinyXP &#38; Install Acer MBR eXPerimen 1 &#8211; Partisi HD &#38; Restore Partisi PQSERVICE Sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tutorial sebelumnya, saya menyarankan melakukan backup <a href="http://agungprasetyo.net/2009/05/06/tutorial-acer-aspire-one-a150-bag-1-backup-pqservice/" target="_blank">partisi PQSERVICE</a> sebagai antisipasi awal apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada laptop Acer anda.</p>
<p>Pada tutorial bagian 2 ini saya mencoba untuk :</p>
<ol>
<li>Melakukan partisi pada HD &amp; Restore partisi PQSERVICE</li>
<li>Instalasi TinyXP &amp; Install Acer MBR</li>
</ol>
<h2>eXPerimen 1 &#8211; Partisi HD &amp; Restore Partisi PQSERVICE</h2>
<p>Sebelum melakukan experimen ke-2, saya melakukan partisi HD mengggunakan Fdisk. Untuk itu, saya membuat <a href="http://agungprasetyo.net/2009/05/29/membuat-usb-flash-disk-anda-bootable/">bootable USB</a> dengan menggunakan <strong>HP USB Disk Format Tool</strong>. Jangan lupa untuk mengcopy file seperti fdisk.exe, format.exe dan file-file lain ke USB anda.</p>
<p>Setelah booting dari USB berhasil dilakukan, saya melakukan partisi pada HD dengan ukuran 5GB (FAT32) dan 20GB (tanpa format). Partisi 5GB tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tempat peletakan partisi PQSERVICE, sedangkan yang 20GB akan digunakan untuk tempat recovery dari partisi PQSERVICE.</p>
<p>Untuk eXPerimen kali ini, saya membutuhkan 2 kabel IDE/SATA to USB converter sebagai alat bantu utk booting MR Rescue CD dari CD/DVD ROM dan untuk meload image dari HD yang pada tutorial bag.1 yang sudah saya buat. Alasan kenapa saya menggunakan HD eksternal sebagai tempat penyimpanan image dari MR? disebabkan saya tidak mempunyai USB dengan ukuran di atas 4GB, sedangkan image dari PQSERVICE sekitar 4GB lebih (ukuran image bisa saja berbeda untuk tiap netbook). Jadi jika anda mempunyai USB dengan ukuran diatas 4GB, maka anda hanya membutuhkan satu kabel konverter saja.</p>
<p>Untuk proses recovery partisi menggunakan Macrium Reflect Rescue CD, silahkan merujuk ke halaman <a href="http://agungprasetyo.net/2009/05/29/recovery-pc-menggunakan-macrium-reflect-rescue-cd/" target="_blank">berikut</a>.</p>
<p>Untuk pembuatan Rescue CD, umumnya dilakukan pada media CD. Tapi ternyata, dengan USB kita juga bisa membuat Booatble USB yang bisa diisi dengan image dari Rescue CD sehingga USB kita berfungsi layaknya Rescue CD. Jika anda ingin membuat Rescue CD dari media USB, maka bisa merujuk ke <a href="http://agungprasetyo.net/2009/05/17/membuat-macrium-reflect-rescue-cd-dengan-media-usb/">halaman ini</a>.</p>
<p>Setelah melakukan Recovery dengan Rescue CD, biasanya anda sudah bisa menekan <strong>Alt+F10</strong> pada saat startup, dan bisa melakukan proses recovery system dari partisi PQSERVICE. Jika berhasil, maka selamat!. Tapi jika tidak setelah proses recovery sistem tetap tidak mau masuk ke windows, berarti ada masalah. Tapi hal ini bisa diatasi dengan cara eXPerimen 2.</p>
<h2>eXPerimen 2 &#8211; Instalasi TinyXP SP3 Rev09</h2>
<p>Cara ini dilakukan apabila setelah melakukan recovery (Alt+F10), windows anda tetap tidak bisa tampil. Kursor hanya berkedip-kedip tapi tidak ada pesan error apapun. Jadi bisa disimpulkan sebenarnya proses recovery sudah berjalan, tapi sistem boot bermasalah. Bisa juga disebabkan karena MBR atau NTLDR belum sempurna.</p>
<p>Jadi saya install TinyXP dengan pilihan yang Bare krn saya tdk perlu tampilan bagus dan sebagainya. Pilihan ini hanya digunakan agar saya bisa menginstall Macrium Reflect.</p>
<p>*sebagai informasi, TinyXP SP3 Rev09 bisa didapatkan di <a href="http://www.indowebster.com">http://www.indowebster.com</a>. Dijamin proses downloadnya cepat karena terkoneksi dengan IIX.</p>
<p>Setelah proses instalasi TinyXP selesai, restart komputer, dan masuk ke BIOS. Lakukan pilihan <strong>Disable</strong> pada <strong>D2D Recovery Option</strong>. Simpan dan biarkan sistem kembali ke windows. Setelah itu, saya langsung menginstall Macrium Reflect. Setelah itu, kopikan file image dari PQSERVICE ke dalam harddisk yang sudah ada, atau anda bisa membuat backup kembali dari partisi PQSERVICE anda. Cara diatas sama saja.</p>
<p>Setelah file image sudah ada/terbentuk, buka aplikasi Macrium Reflect dan pilih <strong>Restore Tasks</strong> -&gt; <strong>Browse an image or backup file in Windows Explorer</strong>.</p>
<p><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/mrrestore1.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-730" title="mrrestore1" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/mrrestore1-150x150.jpg" alt="mrrestore1" width="150" height="150" /></a> <a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/mrselection1.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-731" title="mrselection1" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/mrselection1-150x150.jpg" alt="mrselection1" width="150" height="150" /></a></p>
<p>setelah itu, pilihlah file image dari partisi PQSERVICE yang sudah ada/terbuat dan klik OK. Maka pada windows explorer akan terbuat sebuah drive baru yang isinya adalah partisi PQSERVICE. Dari sini, anda bisa melihat semua isi dari partisi PQSERVICE. Coba cari file <strong>MBRwrWin.exe</strong> dan <strong>RTMBR.bin</strong>.</p>
<p>Jika ditemukan, jalankan Command Prompt (DOS), arahkan ke drive yang berisi kedua file tersebut dan ketikkan :</p>
<p><strong><span style="font-size: medium;">mbrwrwin.exe install rtmbr.bin</span></strong></p>
<p>Perintah diatas akan menginstall Acer MBR. Tutup command prompt, lakukan restart komputer, masuk ke BIOS, aktifkan kembali D2D Recovery, pada saat startup tekan kembali Alt+F10, lakukan proses Recovery kembali, tunggu hingga selesai, restart dan . dari pengalaman saya, akhirnya Windows bisa berjalan dengan sempurna.</p>
<p>Pada saat masuk desktop, Acer akan menjalankan semua proses secara otomatis, mulai dari instalasi driver, Google Desktop, Antivirus Symantec, dsb. Tunggu saja hingga selesai.</p>
<p>Nah, selesai sudah penjelasan saya tentang cara recovery partisi PQSERVICE. Mohon maaf kalau tulisan saya terkesan tidak sistematis, tapi ya itulah yang bisa saya lakukan.</p>
<p>Semoga bermanfaat dan apabila ada pertanyaan, silahkan saja utarakan disini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/tutorial-acer-aspire-one-a150-bag-2-experimen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>86</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat USB Flash Disk Anda Bootable</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/membuat-usb-flash-disk-anda-bootable/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/membuat-usb-flash-disk-anda-bootable/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 06:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[boot]]></category>
		<category><![CDATA[bootable]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/2009/05/29/membuat-usb-flash-disk-anda-bootable/</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini, kebanyakan komputer sudah tidak menyertakan floppy disk dalam paketnya. Sama seperti pada beberapa komputer kantor yang baru saja beli. Karena salah satu komputer password administratornya lupa, sehingga tidak bisa masuk ke sistem. Ketika saya akan memasukkan program dari linux (floppy based) utk resetting password admin, ternyata floppy drive-nya tidak ada. Akhirnya, solusi utk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini, kebanyakan komputer sudah tidak menyertakan floppy disk dalam paketnya. Sama seperti pada beberapa komputer kantor yang baru saja beli. Karena salah satu komputer password administratornya lupa, sehingga tidak bisa masuk ke sistem. Ketika saya akan memasukkan program dari linux (floppy based) utk resetting password admin, ternyata floppy drive-nya tidak ada. Akhirnya, solusi utk menggunakan disket tertunda dan harus cari media lain utk bisa booting. Setelah browsing beberapa lama, akhirnya ada cara utk booting dari USB drive.</p>
<p>Untuk membuat USB bootable, sebenarnya ada banyak cara. Diantaranya dengan menggunakan aplikasi &#8220;<strong>UNetbootin</strong>&#8221; dari situs <a href="http://unetbootin.sourceforge.net/" target="_blank">http://unetbootin.sourceforge.net/</a>. Cara ini paling banyak digunakan untuk membuat bootable USB.</p>
<p>Untuk kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan dengan cara lain, yaitu dengan <strong>HP USB Disk Format Tool</strong>. Pertama-tama, download &amp; ekstrak 2 berikut, yaitu <a href="http://victorchen.info/wp-content/uploads/2008/03/hp-usb-disk-format-tool.zip" target="_blank">HP USB Disk Format Tool</a> dan <a href="http://victorchen.info/wp-content/uploads/2008/03/windows-98-system-files.zip" target="_blank">Windows 98 System Files</a>. Selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut :</p>
<p><span id="more-269"></span></p>
<ol>
<li>Lakukan install terlebih dahulu aplikasi HP USB Disk Format Tool.</li>
<li>Masukkan USB anda pada komputer.</li>
<li><strong>PENTING:</strong> Lakukan backup pada seluruh file di USB flash disk anda, karena akan dihapus dalam proses ini.</li>
<li>Jalankan aplikasi dari HP USB Disk Format Tool.</li>
<li>Pada device otomatis akan mendeteksi USB anda.</li>
<li>Pilih FAT32 dari pilihan Filesystem.</li>
<li>Lakukan <span style="text-decoration: line-through;">centang</span> contreng pada opsi &#8220;Create a DOS startup disk&#8221;.</li>
<li>Pada pilihan textbox yang ada, lakukan pada browse pada file Windows 98 system yang sudah diekstrak.</li>
<li>Setelah itu, klik tombol <strong>Start</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Yes</strong> jika ada box peringatan tentang penghapusan file.</li>
<li>Selanjutnya, kopikan seluruh file dari Windows 98 system ke USB flash disk untuk bisa mengaktifkan deteksi CD-ROM dan mouse.</li>
</ol>
<p>Nah, proses sudah selesai, sekarang USB anda sudah bootable. Jika anda ingin melakukan booting dari USB, jangan lupa untuk setting BIOS terlebih dahulu.</p>
<p>Untuk pengguna Netbook seperti AA1, anda bisa menekan F12 setelah proses startup.</p>
<p>Jika ada yang tahu cara lain, silahkan untuk menambahkan.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/membuat-usb-flash-disk-anda-bootable/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Recovery DVD untuk Acer Aspire One Linux (Linpus) Sudah Tersedia</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/recovery-dvd-untuk-acer-aspire-one-linux-linpus-sudah-tersedia/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/recovery-dvd-untuk-acer-aspire-one-linux-linpus-sudah-tersedia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 00:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acer Aspire One]]></category>
		<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[linpus]]></category>
		<category><![CDATA[Recovery DVD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/2009/05/18/recovery-dvd-untuk-acer-aspire-one-linux-linpus-sudah-tersedia/</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja browsing ke ftp server miliknya Acer dan menemukan file image untuk format DVD. Sepertinya ini adalah file image dari Acer untuk recovery AA1 ke Linpus dengan kondisi factory default. Ada 3 langkah untuk melakukan restorasi file image dengan ukuran kurang lebih 1GB. Pertama, anda bisa download file tsb dan burn ke DVD, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja browsing ke <a href="http://ftp.twaren.net/Linux/Linpus/Aspire_One_Linpus_Linux/Aspire_One_Source/" target="_blank">ftp server</a> miliknya Acer dan menemukan file image untuk format DVD. Sepertinya ini adalah file image dari Acer untuk recovery AA1 ke Linpus dengan kondisi factory default.</p>
<p>Ada 3 langkah untuk melakukan restorasi file image dengan ukuran kurang lebih 1GB. Pertama, anda bisa download file tsb dan burn ke DVD, lalu gunakan DVD Eksternal untuk booting dari DVD ROM. Cara kedua anda bisa burn image tsb ke DVD, lalu jalankan utility tsb pada komputer lain  untuk membuat USB yang bisa digunakan booting.</p>
<p>Cara ketiga, anda bisa mengikuti <a href="http://macles.blogspot.com/2008/12/acer-aspire-one-recovery-dvd.html" target="_blank">instruksi dari macles</a> untuk membuat AA1 DVD Recovery disk ke media USB tanpa harus burn file image tsb ke DVD.</p>
<p>Harap diperhatikan bahwa seluruh data pada netbook anda akan terhapus jika anda menggunakan Recovery DVD. Jadi pastikan seluruh data anda terbackup sebelum menjalankan proses ini. Tapi proses ini bisa bermanfaat jika anda tergolong user yang suka bereksperimen dengan sistem atau anda berencana menjual netbook dan ingin menghapus seluruh data yang ada sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/tips-n-trick/recovery-dvd-untuk-acer-aspire-one-linux-linpus-sudah-tersedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Macrium Reflect Rescue CD dengan media USB</title>
		<link>http://agungprasetyo.net/activities/membuat-macrium-reflect-rescue-cd-dengan-media-usb/</link>
		<comments>http://agungprasetyo.net/activities/membuat-macrium-reflect-rescue-cd-dengan-media-usb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 06:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prazetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acer Aspire One]]></category>
		<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Tips 'n Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Macrium Reflect]]></category>
		<category><![CDATA[Rescue CD]]></category>
		<category><![CDATA[UNetbootin]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungprasetyo.net/2009/05/17/membuat-macrium-reflect-rescue-cd-dengan-media-usb/</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang bagaimana cara membackup salah satu partisi/drive di netbook kita. Berhubung saya menggunakan Acer Aspire One, maka contohnya adalah membackup partisi tersembunyi (PQSERVICE). Tapi jika anda menggunakan komputer desktop , notebook, atau netbook selain AA1, maka cara membackup-nya sama saja. Jika partisi/drive anda sudah dibackup, maka suatu saat anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang bagaimana cara membackup salah satu partisi/drive di netbook kita. Berhubung saya menggunakan Acer Aspire One, maka contohnya adalah <a href="http://agungprasetyo.net/2009/05/06/tutorial-acer-aspire-one-a150-bag-1-backup-pqservice/" target="_blank">membackup partisi tersembunyi</a> (PQSERVICE). Tapi jika anda menggunakan komputer desktop , notebook, atau netbook selain AA1, maka cara membackup-nya sama saja.</p>
<p>Jika partisi/drive anda sudah dibackup, maka suatu saat anda pasti membutuhkannya kembali. Nah, cara ini disebut Restore. Untuk melakukan restore dari file backup tadi, anda membutuhkan Rescue CD. Biasanya Rescue CD dibuat dari media CD, tetapi kali ini, kita akan mencoba membuat Macrium Reflect Rescue CD dari USB. Hal ini dilakukan karena netbook AA1 tidak mempunyai media CD/DVD ROM, tapi bisa booting dari USB drive.</p>
<h2>Mempersiapkan USB</h2>
<p>Pastikan USB anda sudah terformat dengan file system FAT16. File system yang bisa digunakan adalah FAT16, FAT32 atau NTFS. File system FAT16 lebih mudah dikenali sebagai FAT pada kebanyakan sistem operasi Windows.</p>
<blockquote><p><span style="background-color: #ffffff;"><strong>Catatan:</strong> Kapasitas maksimum dari USB yang bisa diformat adalah 4GB. Masalahnya, kapasitas lebih besar dari 4GB tidak bisa diformat sebagai FAT16.</span></p></blockquote>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p>Buka <strong>Windows Explorer</strong>, klik kanan pada <strong>USB drive</strong> dan pilih <strong>Properties</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/disk-properties.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-612" title="disk-properties" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/disk-properties-150x150.jpg" alt="disk-properties" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Jika file system bukan FAT, maka format USB anda dengan FAT16 (FAT). Tutup windows atas, lakukan klik kanan lagi pada <strong>USB drive</strong> dan pilih <strong>Format</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/format.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-613" title="format" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/format-150x150.jpg" alt="format" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Pastikan pilihan <strong>File System</strong> adalah <strong>FAT</strong>. Untuk pilihan <strong>Quick Format</strong>, biakan saja. Klik <strong>Start</strong>.</p>
<h2>Membuat image ISO dari Linux</h2>
<p>Sebagai langkah awal, kita perlu membuat image dari bootable CD yang nantinya akan kita transfer ke USB.</p>
<ol>
<li>Buka aplikasi MR, klik panel <strong>Other Tasks</strong>, lalu klik <strong>Create a bootable Rescue CD</strong>.<br />
<a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/rcd1.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-614" title="rcd1" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/rcd1-150x150.jpg" alt="rcd1" width="150" height="150" /></a></li>
<li>Selanjutnya akan muncul <strong>Rescue CD Wizard</strong>.<br />
<a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/rc2.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-615" title="rc2" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/rc2-150x150.jpg" alt="rc2" width="150" height="150" /></a><br />
Pastikan anda memilih <strong>opsi Linux</strong> dan klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Tampilan Wizard selanjutnya akan muncul, dimana berisi informasi pemilihan media.<br />
<a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/rcd21.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-616" title="rcd21" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/rcd21-150x150.jpg" alt="rcd21" width="150" height="150" /></a><br />
Klik pada <strong>Select your CD/DVD burner and click</strong> dan pilih <strong>Create ISO image file</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Finish</strong> dan pilih lokasi untuk file image ISO anda. Untuk contoh kali ini, saya menempatkan file image ISO saya pada drive C:\</li>
</ol>
<h2>Memindah file image ISO ke USB</h2>
<p>Untuk membuat agar USB anda bisa bootable dengan konten dari file image ISO yang baru saja dibuat, maka dibutuhkan utility &#8216;UNetbootin&#8217; dari situs <a href="http://unetbootin.sourceforge.net/">http://unetbootin.sourceforge.net/</a>. Pilih opsi <strong>download for Windows</strong>, dan simpan pada tempat yang mudah anda akses.</p>
<ol>
<li>Lakukan klik ganda pada file yang baru saja download, sehingga tampilan seperti dibawah ini :<br />
<a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/unetboot.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-617" title="unetboot" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/unetboot-150x150.jpg" alt="unetboot" width="150" height="150" /></a></li>
<li>Pilih opsi <strong>Diskimage </strong>dan masukkan lokasi dimana anda menyimpan file image ISO yang sudah dibuat tadi.</li>
<li>Pada <strong>Type</strong>, pilih <strong>USB Drive </strong>sebagai target tujuan dan tentukan drive dari USB anda.</li>
<li>Klik OK untuk mengcopy file image ISO ke USB anda<br />
<a href="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/unetbootfinish.jpg" class="highslide-image" onclick="return hs.expand(this);"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-618" title="unetbootfinish" src="http://agungprasetyo.net/wp-content/uploads/2009/05/unetbootfinish-150x150.jpg" alt="unetbootfinish" width="150" height="150" /></a></li>
</ol>
<p>Selesai sudah proses kita membuat USB yang bisa bootable dengan konten Rescue CD dari Macrium Reflect. Jika anda menggunakan Netboook AA1, tekan F12, dan pilih booting dari USB. Maka proses akan meload sistem berbasis linux yang memuat proses Rescue CD.</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungprasetyo.net/activities/membuat-macrium-reflect-rescue-cd-dengan-media-usb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
